Lomba Kantin B2SA TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Tahun 2014

Assalamualaikum warohmah wabarokah. Salam Sapta !! Saatnya Berkarya !! Pada kesempatan kali ini, kami kembali akan memposting hasil kegiatan kami yang akan kami sajikan secara deskriptif dalam bentuk narasi sebagai pelaporan rutin mengenai..

Sosialisasi KPJAS dan Pengobatan Gratis support by Rumah Sehat BAZNAS-PGN-AL CHUSNAINI Sidoarjo

Assalamualaikum warohmah wabarokah. Salam Sapta !! Saatnya Berkarya !! Seperti sebelumnya, dalam kesempatan kali ini, kami akan memaparkan rangkaian kegiatan kami dalam bentuk deskriptif sebagai laporan riil yang dapat dipertanggung jawabkan mengenai kegiatan-kegiatan kami..

Praja Muda Karana Episode #2

Assalamualaikum warohmah wabrokah. Salam Sapta !! Saatnya Berkarya !! Dalam kesempatan kali ini kami akan melanjutkan narasi yang merupakan sambungan dari serangkaian kegiatan pramuka dalam tiga minggu terakhir dibulan september, yakni..

Malam Pagelaran Pentas Seni dan Elekton RT.07 RW.02 Boro - Tanggulangin

Assalamualaikum warohmah wabarokah. Salam Sapta !! Saatnya Berkarya !! Dalam kesempatan ini kami akan menarasikan dalam bentuk teks deskriptif mengenai hasil kegiatan kami yang telah berjalan dilapangan pada ..

Kantin Kaget Sapta Posdaya featuring Kelompok 48

Assalamualaikum warohmah wabarokah. Salam Sapta !! Saatnya Berkarya !! Pada kesempatan kali ini, kami akan menyajikan narasi deskriptif mengenai kegiatan kami pada minggu ke empat bulan Agustus tepatnya hari Sabtu tanggal 23 Agustus 2014 sebagai pelaporan hasil kegiatan yang..

Selasa, 19 Agustus 2014

Rapat Gelap

Dalam kesempatan kali ini kami akan memposting tentang kegiatan kami pada hari Selasa, tanggal 19 Agustus 2014, sebenarnya kegiatan ini bukanlah kegiatan inti namun hanya kegiatan kecil disela kegiatan inti, yakni rapat membahas percepatan proses pembangunan kantin.
Pada pukul 19.00 kami kembali berkunjung ke SDN Boro untuk melihat proses pembangunan kantin yang pada saat ini belum juga selesai. Target dalam pembuatan kantin ini direncanakan harus selesai pada hari kamis, tetapi hal itu tidak mungkin dapat diselesaikan karena proses pembangunan masih dalam tahap melur dan masih banyak tahap-tahap lain yang belum terselesaikan.
Dalam malam yang hening dan gelap ini, kami Wahyu Rian Hidayat, Anggayana SP, Agus Aprianto, Miftakhul Huda, Mukhtajuddin, Ariani Ika, Laily Ratna, Gifayatun Hazar, Erricha Paramitha, Fanida Ika melakukan sebuah rapat gelap tanpa ada penerangan lampu di sekitar SDN Boro dan hanya ada lampu senter yang menemani kita.
Rapat kali ini kami membahas jalan keluar yang terbaik untuk menyelesaikan proses pembuatan kantin yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah kami perkirakan sebelumnya, yaitu pada hari kamis. Banyak pendapat dari kami yang tersampaikan, hingga akhirnya kami mendapatkan satu keputusan yang disepakati bersama, yakni penambahan tukang demi percepatan pembangunan kantin.
            Setelah mencapai mufakat, sebelum pulang kami berdoa bersama berharap agar proses pembangunan kantin keesokan harinya dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan kami, karena kami percaya kekuatan doa lebih besar dari kekuatan apa pun.

Senin, 18 Agustus 2014

Nguli Season 3

Senin, 18 Agustus 2014
Assalamualaikum warohmah wabarokah. Salam Sapta !! Saatnya Berkarya !!
Pada kesempatan kali ini kami akan memaparkan secara deskriptif kegiatan kami dilapangan pada hari Senin tanggal 18 Agustus 2014 sebagai laporan riil hasil kegiatan yang telah terlaksana. Kegiatan yang akan kami paparkan merupakan continue dari kegiatan sebelum-sebelumnya, bisa dikatakan kegiatan yang sama namun dihari yang berbeda karena kegiatan ini kami laksanakan secara berkesinambungan mulai tanggal 16 hingga 22 Agustus 2014 yakni kegiatan “nguli” dalam rangka pembangunan kantin sehat yang kami gagas. Berikut pemaparan secara lebih rinci :

     Pagi-pagi sekitar jam 7.00. Rekan kami Wahyu Rian Hidayat mendapatkan kabar dari bpk Suroso (distributor pasir uruk/sirtu) bahwa pasir yang kami pesan sehari sebelumnya telah dikirim ke lokasi, namun ketika itu truk tidak dapat memasuki area sekolah disebabkan adanya kegiatan upacara rutin mengingat hari ini adalah hari senin dimana seluruh warga sekolah mengikuti upacara bendera. Sesaat kemudian datang rekan kami yang lain, Laili Ratnawati yang mengarahkan agar truk segera dimasukkan agar tidak menghambat kelancaran lalulintas jalan desa Boro, setelah mendapat izin dari Kepala Sekolah akhirnya upacara sejenak ditunda untuk memberikan jalan bagi truk pengangkut pasir menuju lokasi pembangunan kantin sehat.

     Setelah pasir diturunkan dari bak truk, rekan kami Wahyu Rian Hidayat bersama Anggayana SP datang ke SDN Boro untuk memantau kinerja tukang yang bertugas dalam proses pembangunan kantin, selanjutnya kami menemui bpk Zarkoni ST selaku pemborong yang bertanggung jawab atas proyek kantin ini dan menanyakan bagaimana proses pembangunan untuk hari ini, beliau menemui kendala kecil yakni harus melubangi tembok perpustakaan yang memang didesain menempel dengan bangunan kantin kami untuk kayu penyangga asbes dan “risplang”. Namun, kami tidak setuju dengan pendapat beliau yang hendak melubangi bangunan milik sekolah, apalagi kami belum mengantongi izin dari pihak sekolah untuk hal ini. Lantas bpk Zarkoni memberikan solusi lain, yakni menambah besi kolom sebagai penyangga sekunder namun konsekswensinya view kantin dari depan terlihat kurang bagus dan terkesan sempit. Kami pun berfikir ulang sebelum bertindak, lalu kami menemui bpk Kuswandi, salah satu guru SDN Boro yang juga bertanggung jawab atas pembangunan ruang kelas baru yang proses pembangunannya masih berjalan, mengenai masalah kami. Akhirnya kami membentuk forum kecil untuk bermusyawarah. Alhamdulilah, akhirnya kami mencapai mufakat bahwa kami diizinkan untuk melubangi tembok perpustakaan dengan syarat tidak sampai tembus. Kami pun menyetujui, bpk Zarkoni pun langsung memerintahkan tukangnya untuk segera melubangi tembok perpustakaan dan mengingatkan agar tidak sampai tembus.

       Jam 12 siang, kami kembali ke basecamp untuk menunaikan sholat dzuhur dan istirahat sejenak. Baru sekitar jam 3 sore kami kembali ke lokasi, rekan kami Wahyu Rian Hidayat sore hari ini mendapat mandat dari bpk Sukamto dan ibu Efi Ambar selaku pembina lomba gerak jalan kemerdekaan untuk melatih siswa-siswi yang telah ditunjuk mengikuti gerak jalan se kecamatan Tanggulangin. Sore ini dua pasukan gerak jalan turun kejalan untuk berlatih sekaligus gladi bersih, diikuti oleh rekan kami Wahyu Rian Hidayat, bpk Sukamto, dan ibu Efi yang bertugas memandu, sementara rekan kami yang lain Anggayana SP bertugas memantau jalannya pembangunan kantin karena hari ini agenda kami lembur hingga malam hari.
            Sekitar jam 5 sore, pasukan gerak jalan kembali ke sekolah dan pulang setelah pembinanya membubarkan. Setelah itu, rekan kami Wahyu Rian Hidayat bersama Laili Ratnawati pergi meninggalkan lokasi untuk membayar pasir  uruk yang tadi pagi telah diantar. Sementara dilokasi satu persatu rekan kami yang baru pulang kerja, antara lain Agus Aprianto, Miftakhul Huda, Gifayatun Hazar, Erricha Paramitha, Fanida Ika dan Mukhtajuddin datang ke lokasi untuk membantu proses nguli malam ini.
            Pukul 18.00 WIB kami mencari masjid terdekat untuk menunaikan sholat maghrib berjamaah dan setelahnya kami seluruhnya berkumpul dan bersiap untuk “gerilya” lembur nguli demi percepatan pembangunan kantin.

    Sekitar jam 19.00 WIB kami dikejutkan dengan kedatangan ibu Efi yang menyambangi kami dengan membawa buah tangan untuk konsumsi. Kami merasa sangat dihargai dan dianggap ada oleh bapak dan ibu guru SDN Boro, ternyata tidak hanya dukungan secara moril yang kami dapat, tapi kami juga dapat merasakan suasana kekeluargaan yang erat di SDN Boro ini. Sebelum kami memulai kegiatan nguli malam hari ini, kami makan bersama dengan hidangan yang disediakan bu Efi.
           
Jam 19.30 WIB ibu Efi berpamit pulang untuk melanjutkan aktivitas rumah tangga beliau, beliau berpesan agar kami tidak terlalu memforsir tenaga kami, jika memang sudah terasa lelah dilanjutkan besoknya, tutur beliau ramah. Sepulang bu Efi, kami langsung memulai nguli, seperti dua hari sebelumnya, kami membantu mengaduk “luluh” dan mengusung pasir ke lokasi pembangunan untuk menguruk bakal lantai kantin secara estafet. Kegiatan kami berlangsung hingga jam 22.00, lelah sama sekali tak menghinggapi raga kami, gurauan kecil dan tawa lah yang menyelingi kegiatan kami yang terasa singkat ini.
            Demikian deskripsi kegiatan kami pada minggu kedua bulan Agustus ini, narasi ini bersifat lugas dan bisa dipertanggung jawabkan. Sebelum akhirnya kalimat penutup mengakhiri narasi ini, kami terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru SDN Boro yang selalu mendukung segala kegiatan kami baik yang sudah berjalan maupun yang sedang dan akan berjalan terutama Ibu Efi Ambar Pertiwi S.Pd yang telah sudi disela kesibukan beliau dalam rumah tangganya menyempatkan diri untuk menyambangi kami. Cukup sekian, Salam Sapta !! Saatnya Berkarya !!

Foto-foto terkait ;









Minggu, 17 Agustus 2014

Nguli Season 2



17 Agustus 2014, hari ini tepat 69 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan dari penjajah begitu kami rasakan hari ini, kami berjuang membantu proses pembangunan kantin sehat yang merupakan program vital kami dalam KKN Posdaya 2014. Hari ini adalah hari kedua kami “nguli” agar proses pembangunan dapat dipercepat dan selesai sesuai target awal. Ya, inilah kegiatan kami sekaligus memperingati hari kemerdekaan bangsa, berikut kami mengulas rangkaian kegiatan kami pada Minggu, 17 Agustus 2014.
Hari kedua, jam 8 pagi kami berkumpul di base camp Sapta Posdaya untuk preparing. Kami merencanakan hari ini melemburkan tukang yang bertugas membangun kantin kami dengan konsekuensi kami juga harus turun tangan membantu proses pembangunan hingga malam hari. Ketika kami akan berangkat menuju lokasi pembangunan kantin, kami dipertemukan kembali dengan kendala yang dapat menghambat proses pembangunan kantin. Kami mendapat kabar dari toko bangunan yang telah ditunjuk oleh si pemborong kami bahwa pasir yang kami pesan sehari sebelumnya batal dikirim karena lokasi penambangan ditutup, akibatnya kami harus memutar akal. Sama dengan kemarin, kendala kami masih di material pasir, hanya bedanya kemarin kami mendapat bantuan dari pihak sekolah yang mengizinkan kami menggunakan pasir milik sekolah untuk sementara waktu, dan sekarang tidak ada lagi pasir milik sekolah yang dapat kami gunakan. Akhirnya kami berinisiatif untuk membeli pasir sebanyak satu pick-up dari toko bangunan lain yang ready stock, otomatis dengan harga yang lebih tinggi pula.

Jam 9 pagi, kami bersiap  mencurahkan tenaga yang kami miliki untuk membantu “nguli”. Namun kami akan mengalami satu hambatan lagi, air yang kemarin kami ambil dari kamar mandi sekolah sudah hampir habis, kami memeriksa apakah bak mandi dalam kamar mandi sekolah masih berisi air. Ternyata hasilnya nihil, air di bak mandi sama sekali tidak ada. Kami pun mencoba menghubungi bpk. Bisri S.Pd, salah satu guru SDN Boro yang kebetulan berdomisili paling dekat dengan lokasi KKN kami untuk mengutarakan kendala kami pada air. Pak Bisri kemudian menghubungi tukang kebun SDN Boro, sebab beliau lah yang membawa kunci ruangan-ruangan sekolah. Kami pun menunggu kedatangan tukang kebun yang akan membukakan ruang guru dimana saklar pompa air berada. Namun hingga menjelang siang, sekitar jam 10.45 tukang kebun tidak juga datang. Barulah setengah jam kemudian pak bisri datang, ternyata tukang kebun ada urusan keluarga yang mengharuskan beliau keluar kota. Akhirnya jalan kami pun buntu sebelum ada salah seorang warga tetangga lingkungan sekolah yang menawarkan bantuan. Kami pun menerima tawaran itu, akhirnya kami menggunakan pompa air warga yang tempat tinggalnya tepat disamping lokasi pembangunan kantin kami.

Baru sebentar kami bekerja, adzan dzuhur mulai berkumandang. Kami pun berhenti beraktifitas untuk menunaikan sholat dzuhur berjamaah, sementara tukang kami juga break. Setelah kami kembali, kami berkumpul bersama untuk makan siang. Sajian sederhana yang dibeli oleh Gifayatun Hazar dan Erricha Paramitha terasa semakin nikmat karena suasana kekeluargaan yang kami rasakan. Usai break kami melanjutkan pekerjaan yang belum selesai hingga memasuki waktu ashar. Setelah sholat ashar kami menghentikan aktifitas kami di pembangunan dan beralih dalam kegiatan lain (baca : kemeriahan lomba bersama karang taruna).
Tak terasa, adzan maghrib berkumandang. Hari berlalu begitu cepat dirasa. Kami pun menunaikan sholat maghrib bersama-sama sebelum melanjutkan nguli hingga jam 9 malam. Setelah itu kami kembali ke basecamp untuk mempersiapkan kegiatan berikutnya yang telah tercatat dalam daftar agenda kegiatan KKN Sapta Posdaya.


Sekian serangkaian kegiatan Sapta Posdaya yang dapat kami deskripsikan secara singkat sebagai laporan hasil kegiatan melalui blog ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan memberikan bantuan, terutama kepada ibu Warsini, warga lingkungan sekolah yang memberikan bantuan air sehingga memudahkan kami mengakses air yang notabene adalah bahan yang cukup vital, ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Bpk Bisri S.Pd serta bapak dan ibu guru yang selalu memantau dan mendukung kegiatan-kegiatan kami yang telah berjalan, sedang berjalan dan akan berjalan dimasa yang akan datang. Untuk pembaca, kami selalu mengharapkan kritik, saran, atau komentar yang membangun guna perbaikan penulisan dan post Sapta Posdaya dikemudian waktu. Akhir kata kami mengucapkan Salam Sapta !! saatnya kita berkarya... wassalamualaikum warohmah wabarokah.

Foto-foto terkait :















Sabtu, 16 Agustus 2014

Nguli Season 1


Sabtu, 16 Agustus 2014. Hari ini agenda Sapta Posdaya adalah realisasi Kantin Sehat setelah serangkaian kegiatan awal persiapan mulai dari lobbying, pengukuran, peletakan batu pertama dan sebagainya. And now is action time. Beberapa saat yang lalu, Dosen Pembimbing Lapangan kami Ibu Isnaini Rodiyah M.Si meninggalkan lokasi KKN kami SDN Boro untuk melanjutkan agenda beliau pada hari ini. Beliau diantar oleh rekan kami, Mukhtajuddin dan Wahyu Rian Hidayat. Sementara itu, kami yang masih stay dilokasi pembangunan kantin siap sedia untuk membantu proses pembangunan kantin kami yang dikerjakan oleh dua tukang bawa’an bpk. Zarkoni, ST yang merupakan pemborong yang bertanggung jawab atas proyek ini.
Dalam sebuah proses, tak seluruhnya berjalan dengan lancar, pasti ada sedikit banyak hambatan yang terjadi. Seperti saat ini, kami mengalami kendala keterlambatan pengiriman sirtu (pasir batu) untuk pondasi yang telah kami pesan sehari sebelumnya. Menurut bpk. Zarqoni, ST yang mendapat informasi dari toko bangunan yang ditunjuk, ternyata sirtu baru akan dikirim sore harinya. Sejenak aktifitas pembangunan dihentikan karena tidak tersedianya pasir yang merupakan bahan vital untuk membangun pondasi kantin.
Beruntung saat itu kami dipantau oleh bpk Kuswandi dari kantor guru, beliau mendatangi kami dan menanyakan mengapa kami berhenti bekerja. Kami pun menjelaskan kendala kami, beliau memahami betul kondisi kami sehingga beliau memberi solusi untuk memakai sementara pasir yang dimiliki sekolah. Ya, memang saat ini sekolah sedang melakukan pembangunan ruang kelas baru yang letaknya tepat disamping lokasi pembangunan kantin kami dan kebetulan hari ini proses pembangunan ruang kelas libur, kami sangat terbantu dengan solusi yang diberikan bpk Kuswandi kepada kami dengan persetujuan Kepala Sekolah tentunya.
Satu kendala terselesaikan berkat bantuan pihak sekolah, kami pun mulai melanjutkan aktifitas pembangunan. Awalnya kami membantu dua tukang kami memindah pasir untuk pengurukan dan campuran semen untuk menyatukan batako yang akan dijadikan tembok. Tukang kami mengarahkan agar kami membuat “luluh” atau adonan pasir semen untuk perekat batako. Kami pun membantu membuat luluh, namun sesaat kami sadar bahwa untuk menjadi adonan, semen dan pasir harus ditambah air, kami pun bingung mencari air sebab sekolah sudah dalam keadaan kosong dan semua ruangan termasuk ruang guru dimana letak saklar pompa air berada telah dikunci oleh tukang kebun yang juga sudah pulang. Kami mencoba memeriksa kamar mandi sekolah yang mungkin baknya masih terisi air, dan ternyata memang ada, namun letak kamar mandi yang relatif jauh dari lokasi pembangunan membuat kami harus berusaha ekstra keras, yakni memindah air dengan timba dan bak yang ada.


Kami bekerja bersama-sama, gotong royong penuh semangat untuk memindahkan air dari timba ke timba. karena dirasa terlalu lama, akhirnya kami menggunakan bak besar untuk sekali pindah, rekan kami Anggayana SP, Fanida Ika, Laili Ratnawati, Gifayatun Hazar, Miftakul Huda, Ariani Ika, dan Erricha Paramitha berusaha mengangkat satu bak besar berisi air dari kamar mandi sekolah menuju lokasi pembangunan kantin. Konsep berat sama dipikul ringan sama dijinjing pun berlaku, memang pekerjaan seberat apapun akan terasa lebih ringan bila dikerjakan secara bersama-sama, dengan penuh semangat tentunya. Setelah air tersedia, kami melanjutkan membantu mengaduk adonan luluh dan merekatkan batako hingga tersusun rapih.

Tak terasa hari berganti senja, tepat jam 4 sore kami menghentikan aktifitas, sejenak beristirahat melepas lelah setelah seharian bekerja demi mencapai hasil maksimal dari kegiatan yang masuk dalam program kerja inti Sapta Posdaya ini. Alhamdulillah Yaa Allah engkau telah memberi kami jalan dalam setiap hambatan yang kami temui. Adzan maghrib mulai terdengar berkumandang diseluruh penjuru desa Boro yang permai ini, kami pun kembali ke basecamp untuk menunaikan sholat maghrib secara berjamaah.

Cukup sampai disini kegiatan Sapta Posdaya yang dapat kami paparkan dalam blog ini sebagai laporan riil kegiatan yang kami selenggarakan. Kami, seluruh anggota Sapta Posdaya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SDN Boro beserta staff dewan guru yang selalu support atas seluruh rangkaian program kerja kami dari awal hingga saat ini. Kami selalu mengharapkan kritik, saran, atau komentar yang membangun untuk perbaikan penulisan dan kegiatan dimasa yang akan datang. Akhir kata, kami Sapta Posdaya mengucapkan Salam Sapta !! wassalamualaikum warohmah wabarokah.

Foto-foto terkait :